Skip navigation

Isi yang melebihi kapasitas penampung, pasti akan mbleber-mbleber, alias mbludag. Selayaknya luapan air dari botol yang dituang ke gelas atau juga luapan air sungai yang membanjiri daerah sekitarnya.

Tapi, ada kejadian yang akhir-akhir ini mungkin sering menimpa kita. Kebanjiran Informasi. Information Overload. Kejadian yang hanya akan menambah masalah baik di tempat kerja maupun di kehidupan secara umum. Mereka yang bisa menangani hal ini dengan efektif akan mendapatkan hikmahnya dimasa mendatang.

Information Overload adalah saat dimana kita dihadapkan pada banyaknya informasi yg kita terima daripada kapasitas kita mengolah informasi itu untuk kita membuat suatu keputusan yang masuk akal. Yang mana bisa menjadikan kita lamban dalam mengambil keputusan, atau malah membuat kita salah mengambil keputusan.

Saat ini, kita sering terserbu begitu banyaknya email masuk, laporan-laporan, pesan-pesan baik sms maupun catatan-catatan yang mengharuskan kita utk menanganinya secara efektif.

Kita hidup di zaman informasi, siapa yang menguasai informasi, dia yang akan jadi pemenang, kata Alvin Toffler. Menguasai, bukan berarti mampu menampung semua informasi. Karena informasi yang ada sekarang jauh melebihi kapasitas kita. Meskipun perkembangan teknologi, dengan adanya memory baik RAM maun ROM yang semakin besar kapasitas dan makin cepat prosesnya, namun kita sebagai pengguna informasi, kapasitas dan kecepatan kita memproses informasi tidak lah bertambah besar dan cepat sebagaimana produk teknologi.

Penyebab utama dari Information Overload ini diantaranya adalah :

  • kemudahan mengakses web
  • kemudahan dalam mengirim email ke banyak tujuan
  • informasi yang bisa diduplikasi dengan bebas, sehingga tidak butuh biaya banyak untuk menyebarkannya
  • nara sumber yang tidak selalu jelas.
  • de el el

Capek.

Solusinya adalah :

  1. Luangkan lebih banyak waktu utk mencari informasi yang “kita butuh/harus tahu”, daripada mencari informasi yg “cukup tahu saja”
  2. Fokus pada “Kualitas Informasi” daripada kuantitas. Email yang singkat, jelas, padat, lebih berharga daripada email yang menye-menye
  3. Belajar membuat informasi yang lebih baik. Langsung to the point saat bertanya ke orang lain dengan jelas, sehingga kita bisa mendapatkan jawaban yang singkat dan jelas juga
  4. Single-tasking, dan berusaha memfokuskan pikiran pada satu isu pada satu rentang waktu tertentu
  5. Meluangkan sebagian waktu kita dalam sehari untuk berkonsentrasi tanpa terinterupsi. misalnya, matikan hp, email, internet messenger, facebook, hehehehhe

Tulisan disadur dari beberapa sumber di internet. Gedang awoh pakel. Yen ngomong ncen gampang, tapi angel le nglakoni.

:bz

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: