Skip navigation

Catatan Baskoro

Foto-foto: L.R. Baskoro Foto-foto: L.R. Baskoro

Komunitas Tempo tak hanya kumpulan  orang yang serius dalam mengolah berita, tapi juga komunitas penuh keisengan dan keusilan. Saya tak tahu kenapa keusilan, keisengan, dan kejahilan luar biasa itu bisa tercipta. Mungkin salah satunya, berkat tak ada sekat-sekat di antara orang-orang itu sendiri. Sangat jarang di Tempo ada orang dipanggil “Pak.” Lebih banyak memanggil Mas, Mbak, Bang, kak  atau sebutan spesifik lainnya. Saya, misalnya, dipanggil Cak Bas  -mungkin mengacu asal kelahiran saya, lahir di Madiun dan besar di Surabaya.

Di rapat-rapat, misalnya, candaan atau olok-olok bisa muncul setiap detik. Bersahut-sahutan seperti mercon,  bahkan di tengah saat membicarakan usulan berita penting sekali pun. Karena itu pernah suatu ketika seorang jurnalis luar negeri yang ikut  rapat Tempo terbengong-bengong melihat kami rapat. “Rapatnya terlalu panjang,” katanya. (Ya jelas karena bercampur guyon itu…). Dan tanggapan wartawan Tempo yang mendengar kritik itu, seperti biasa, yang terucap hanya.” “he..he…he…iya memang..” Nah!

Ini pula yang…

View original post 743 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: