Skip navigation

Catatan Baskoro

Foto-foto: L.R. Baskoro Foto-foto: L.R. Baskoro

Komunitas Tempo tak hanya kumpulan  orang yang serius dalam mengolah berita, tapi juga komunitas penuh keisengan dan keusilan. Saya tak tahu kenapa keusilan, keisengan, dan kejahilan luar biasa itu bisa tercipta. Mungkin salah satunya, berkat tak ada sekat-sekat di antara orang-orang itu sendiri. Sangat jarang di Tempo ada orang dipanggil “Pak.” Lebih banyak memanggil Mas, Mbak, Bang, kak  atau sebutan spesifik lainnya. Saya, misalnya, dipanggil Cak Bas  -mungkin mengacu asal kelahiran saya, lahir di Madiun dan besar di Surabaya.

Di rapat-rapat, misalnya, candaan atau olok-olok bisa muncul setiap detik. Bersahut-sahutan seperti mercon,  bahkan di tengah saat membicarakan usulan berita penting sekali pun. Karena itu pernah suatu ketika seorang jurnalis luar negeri yang ikut  rapat Tempo terbengong-bengong melihat kami rapat. “Rapatnya terlalu panjang,” katanya. (Ya jelas karena bercampur guyon itu…). Dan tanggapan wartawan Tempo yang mendengar kritik itu, seperti biasa, yang terucap hanya.” “he..he…he…iya memang..” Nah!

Ini pula yang…

View original post 743 more words

Advertisements

Isi yang melebihi kapasitas penampung, pasti akan mbleber-mbleber, alias mbludag. Selayaknya luapan air dari botol yang dituang ke gelas atau juga luapan air sungai yang membanjiri daerah sekitarnya.

Tapi, ada kejadian yang akhir-akhir ini mungkin sering menimpa kita. Kebanjiran Informasi. Information Overload. Kejadian yang hanya akan menambah masalah baik di tempat kerja maupun di kehidupan secara umum. Mereka yang bisa menangani hal ini dengan efektif akan mendapatkan hikmahnya dimasa mendatang.

Information Overload adalah saat dimana kita dihadapkan pada banyaknya informasi yg kita terima daripada kapasitas kita mengolah informasi itu untuk kita membuat suatu keputusan yang masuk akal. Yang mana bisa menjadikan kita lamban dalam mengambil keputusan, atau malah membuat kita salah mengambil keputusan.

Saat ini, kita sering terserbu begitu banyaknya email masuk, laporan-laporan, pesan-pesan baik sms maupun catatan-catatan yang mengharuskan kita utk menanganinya secara efektif.

Kita hidup di zaman informasi, siapa yang menguasai informasi, dia yang akan jadi pemenang, kata Alvin Toffler. Menguasai, bukan berarti mampu menampung semua informasi. Karena informasi yang ada sekarang jauh melebihi kapasitas kita. Meskipun perkembangan teknologi, dengan adanya memory baik RAM maun ROM yang semakin besar kapasitas dan makin cepat prosesnya, namun kita sebagai pengguna informasi, kapasitas dan kecepatan kita memproses informasi tidak lah bertambah besar dan cepat sebagaimana produk teknologi.

Penyebab utama dari Information Overload ini diantaranya adalah :

  • kemudahan mengakses web
  • kemudahan dalam mengirim email ke banyak tujuan
  • informasi yang bisa diduplikasi dengan bebas, sehingga tidak butuh biaya banyak untuk menyebarkannya
  • nara sumber yang tidak selalu jelas.
  • de el el

Capek.

Solusinya adalah :

  1. Luangkan lebih banyak waktu utk mencari informasi yang “kita butuh/harus tahu”, daripada mencari informasi yg “cukup tahu saja”
  2. Fokus pada “Kualitas Informasi” daripada kuantitas. Email yang singkat, jelas, padat, lebih berharga daripada email yang menye-menye
  3. Belajar membuat informasi yang lebih baik. Langsung to the point saat bertanya ke orang lain dengan jelas, sehingga kita bisa mendapatkan jawaban yang singkat dan jelas juga
  4. Single-tasking, dan berusaha memfokuskan pikiran pada satu isu pada satu rentang waktu tertentu
  5. Meluangkan sebagian waktu kita dalam sehari untuk berkonsentrasi tanpa terinterupsi. misalnya, matikan hp, email, internet messenger, facebook, hehehehhe

Tulisan disadur dari beberapa sumber di internet. Gedang awoh pakel. Yen ngomong ncen gampang, tapi angel le nglakoni.

:bz

Pernah kelilipan? Masuknya benda asing ke dalam mata kita, bisa berupa debu, pasir, ataupun binatang kecil, “samber moto”, atau yang lainnya.

Alkisah, waktu itu si kecil ini, matanya kelilipan. Entah karena mata yang jelalatan atau karena benda asing kecil yang “ceniningan” hingga bisa masuk mata. Menangislah si kecil ini, sambil mengucek-ucek mata bening yang memerah karena luka.

Menghamburlah ia kepada sekumpulan ibu-ibu yang sedang asyik bercanda ria di bawah pohon melinjo depan rumah. “Mbah.. mbah, mataku sakit..”, hiba si kecil kepada seorang ibu tua yang sedang menyulam bambu untuk dijadikan besek. Dan sang ibu tua yang dipanggil Mbah pun segera merengkuh si kecil ke dalam pangkuannya. “Lihat lah ke langit sana, ibu mu sedang mengendarai kuda sembrani!” perintah si Mbah.

Si kecil pun memandang ke langit. Si Mbah dengan sigap meniup mata si Kecil. Dan keluarlah barang kecil yang sempat mengganggu mata bening si Kecil.

* besek = sebentuk anyaman dari bambu yang sering digunakan untuk mengemas makanan di kampung. saat ini mungkin sudah tergantikan oleh boks terbuat dari kertas kardus.
* kuda sembrani = kuda yang bisa terbang. dalam cerita wayang, kuda ini yang mengantarkan Durna dari tanah seberang ke tanah Jawa Dwipa. dan dalam perjalanan sempat terjadi hubungan yang menghasilkan Aswatama.

Letih, lapar, haus, adalah beberapa diantara kondisi yang menjadikan kita berada pada level tinggi sensitivitas perasaan. Sedikit gesekan bisa jadi mengobarkan amarah.

trembelane, wis dienteni soko isuk, teko-teko ngajak mung ngajak mulih.

diamputttttt, jiaannccukkkk

sementara utk memarapi (memanggil dgn sebutan tertentu) orang, beberapa contoh istilah yg sering digunakan adalah :
1. dasar cah koplo!
2. ncen lagi klenyeng kok
3. sarno, sarape keno
dan lain-lain..

Itu kata-kata yang sering digunakan dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Namun, bila anda pernah dimaki atau anda sangat berpotensi untuk dimaki oleh bule ataupun mereka yang suka berbahasa Inggris, berikut ini adalah salah satu tips jawabannya :
Pemaki : *@&#*(@&#(@
Anda : @#)*#(@*)b whats up?
Pemaki : F**k You!!!
Anda harusnya menjawab : Yes My Dear, when and where? right here right now? i will f**k you asap!!

Anda pernah mendapatkan umpatan ataupun panggilan yang sangat berarti bagi anda?

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Jangan pernah di GANTUNG seperti Melly-G, akhirnya PUDAR seperti Rossa, carilah CINTA SEJATI layaknya Ari Lasso, hingga jd KENANGAN INDAH seindah Samson rasakan, bila ga mau di-JADIKAN YANG KEDUA seperti Astrid, kamu musti JUJUR dan tulus bak Radja, dan KENANGLAH AKU (Pasha Ungu berujar), jangnlah kamu SELINGKUH (Kangenband mengingatkanmu), nanti KAMU KETAUAN oleh Matta Band lho! Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh, jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung, jika hati seindah bulan hiasilah dengan iman, kini ramadhan segera tiba, dengan kerendahan hati…. maafkanlah segala kesalahan marhabn ya ramadhan, allahumma bariklana fii sya’ban wa ballighna ramadhan, selamat menunaikan puasa thn 1429 H

Marhaban ya Ramadhan. Mari SETTING niat, UPGRADE iman, DOWNLOAD sabar, DELETE dosa, APPROVE maaf & HUNTING pahala. Selamat menuaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir & batin.

ramadhan mall. menawarkan ampunan 100% langsung tanpa diundi. sebulan meriah diskon gedhe2an pahala.soft opening tgl 1 grand opening tgl 17 kunjungi dan menangkan hadiahnya.nikmati kejutan di sepuluh hari terakhir…

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan ” “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat. Oleh itu SAYA TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja mahupun yang di sengaja , semoga kita dapat menjlni ibadah puasa dengan Ridho Allah SWT.Mohon maaf lahir batin.

Berebut daun pandan di bawah pohon mangga, menyambut bulan ramadhan, dyan minta maaf yang sebesar-besarnya… ikan sepat – ikan nila.. met menyambut ibadah puasa : dyan yudhistira

itu diantara sekian banyak berbagai salam dan doa saat menyambut ramadhan tahun ini..
sujud syukur, bahwa tahun ini masih berkesempatan bertemu dgn bulan ramadhan yang penuh maghfirah, barakah, dan kemenangan.. diantara kutipan-kutipan kalimat diatas, adakah kesamaan dengan salam-salam yang anda terima?

Pelajaran menulis, bagi generasi yg mengenyam pendidikan sekolah dasar pada dekade 70an akhir sampai dengan 80an akhir, pasti masih ingat dengan pelajaran ini budi. Pelajaran kelas satu untuk membaca dan menulis.

Menginjak kelas 3 sekolah dasar(kalo tidak salah ingat), ada tambahan lagi pelajaran seni menulis halus. Yaitu menulis dengan gaya “huruf latin” bersambung. Gaya menulis yang bagi sebagian generasi akhir-akhir ini sering diidentikkan dengan gaya menulis simbah. Betapa tidak? Gaya menulis tangan “latin” ini terpopulerkan dalam naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta, dan selalu tertampang di buku-buku pelajaran sejarah.

Apa hubungannya dengan “huruf GEDRIK”?

Beberapa waktu lalu, saat berperan menjadi tentor dalam suatu pelatihan komputer, dengan peserta dari lingkungan berbahasa jawa, secara tanpa sadar, keluar dari mulut ucapan, “Silakan anda menuliskan nama anda secara lengkap dengan menggunakan huruf GEDRIK!”. Sebagian peserta bisa memahami apa yang saya maksud, tapi sebagian yang lain yang merupakan generasi lebih muda, menatap dengan pandangan bertanya-tanya, “apaan tuh huruf gedrik?”.

Ya begitulah perbedaan generasi, kadang bisa di identifikasikan dengan istilah kosakata yang digunakan dalam tutur bahasa dan cerita

Selamat datang di blog kesekian kali yang pernah aku bikin. Blog yang bukan berawal dari ide dan keinginan pribadiku, tapi bermula saran beberapa teman.

Beberapa kesempatan saat berinteraksi dengan lingkungan kita, dalam bertutur sapa dan bergelak canda, pasti kita akan menggunakan kosa kata yang sudah terekam dalam kamus kita. Tidak cuma kosa kata, namun juga dialek, aksen, tatabahasa, dan lain sebagainya, yang bisa jadi merupakan ciri khas kita dalam berkomunikasi secara verbal. oral. dan bukan anal.

Nah, berangkat dari sini, mari kita bernostalgia dengan kosakata-kosakata langka yang mungkin pernah terekam dalam memori kita.